Rabu, 06 Juni 2012
bab 10 PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN
Tujuan Belajar:
1. Menyatakan empat dimensi dalam pembuatan model bisnis.
2. Memahami perbedaan antara konsep biaya standar dan kaizen.
3. Mengukur perkiraan kembalian investasi luar negeri.
4. Memahami proses perhitungan biaya modal perusahaan multinasional.
5. Memahami masalah dan kerumitan dalam merancang sistem pengendalian keuangan dan informasi perusahaan multinasional.
6. Mampu menganalisa varians nilai tukar.
7. Memahami kesulitan khusus dalam merancang dan melaksanakan sistem evaluasi kinerja perusahaan multinasional.
8. Mengetahui cara mengatasi pengaruh inflasi dan fluktuasi nilai tukar terhadap pengukuran kinerja perusahaan multinasional.
Pembuka
Kemajuan IT secara terus menerus mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan internasional.
Persaingan global, cepatnya penyebaran informasi, dan tekanan lain semakin mempersempit perbedaan nasional praktek akuntansi.
Topik yang di bahas di buku ini meliputi; 1). Perencanaan dan kendali keuangan (Sekarang/n), 2). Manajemen resiko Internasional (Mg ke-n), dan 3). Penentuan harga transfer (Mg ke-n+1).
Pembuatan Model Usaha
Empat dimensi utama model usaha
1. Identifikasi faktor utama kemajuan perusahaan
2. Merumuskan tehnik peramalan dan analisis kemampuan perusahaan
3. Mengembangkan sumber-sumber data untuk pilihan strategis
4. Mentranslasi pilihan menjadi tindakan yang spesifik.
Alat Perencanaan
Dalam identifikasi faktor yang relevan di masa depan, analisis lingkungan eksternal dan internal sangat membantu perusahaan untuk mengenali tantangan dan kesempatan.
Analisis SWOT
Strengths
Weaknesses
Opportunities
Trhreats
Akuntan membantu memberikan data yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan perencanaan strategis. Informasi juga bisa berasal dari sumber selain catatan akuntansi.
Penganggaran Modal
Investasi luar merupakan keputusan yang strategis dan penuh resiko. Oleh karena itu perencanaan formal harus dilakukan, seperti dengan membuat Capital Budgeting + C/B Analysis.
Pertimbangan sifat investasi (independen/mutually exclusive) dan menggunakan NPV yang paling optimal.
Dalam lingkungan internasional, perencanaan investasi tidaklah sederhana karena harus mempertimbangkan, perbedaan sistem hukum, sistem akuntansi, laju inflasi, resiko nasioanal, mata uang dan segmentasi pasar.
Sudut Pandang Hasil Keuangan
Manajer keuangan internasional harus mempertimbangkan rate of return dari aspek Proyek LN dan Proyek Induk Perusahaan.
Evaluasi hasil investasi dari sudut pandang investor domestik induk perusahaan tidak memadai lagi, tetapi lebih memadai jika dilihat dari sudut pandang negara tuan rumah.
Solusinya adalah manajer keuangan harus merespon kepada kelompok investor dan non-investor di organisasi dan lingkungannya.
Mengukur Ekspektasi Pengembalian
Mengukur ekspektasi arus kas sungguh cukup menantang, sehingga manajer keuangan harus memiliki gambar tentang proyeksi arus kas (lihat Gambar berikut ini).
Kerumitan proyeksi arus kas haru mempertimbangkan:
1. Arus kas proyek vs Induk Perusahaan
2. Arus kas induk perusahaan yang terikat dengan pendanaan.
3. Pendanaan bersubsidi
4. Resiko politik.
Biaya Modal Multinasional
Teori Capital Budgeting menyatakan, suatu proyek harus menghasilkan rate of return setidaknya sama dengan cost of capital agar proyek dapat diterima.
Metode gabungan ekspektasi pengembalian deviden dan ekpektasi tingkat pertumbuhan deviden.
di mana:
Di = ekspektasi deviden per lembar saham akhir periode.
P0 = Harga pasar kini saham awal periode.
g = ekspektasi tingkat pertumbuhan deviden.
Implementasi teori capital budgeting internasional tidak selalu langsung dan mudah dilaksanakan. Aspek capital budgeting process dan aspek tepat waktu, perbedaan iklim, budaya, bahasa, IT semakin mempersulit keadaan.
Sistem Informasi Manajemen
- Isu yang berkaitan dengan Sistem
- Masalah Informasi
Informasi Manajemen dan Hiperinflasi
- FAS No. 52 tentang penggunaan Metode Translasi Temporal
- Pendapatan Penjualan
Isu Dalam Pengendalian Keuangan
- Sistem Pengendalian Domestik Vs Multinasional
- Penganggaran Operasional
- Analisis Perubahan Kurs
Penentuan Biaya Strategis
- Ketika sistem biaya standar secara tradisional masih digunakan, perusahaan Jepang memperkenalkan konsep biaya yang fokus pada strategi manufaktur global (Productivity, TQC, JIT)
- Ketika metode penentuan harga berbasis biaya (variance analysis) digunakan, Jepang justru menggunakan metode penentuan biaya berbasis harga (target costing).
- Dengan target costing, estimasi biaya bukan didasarkan biaya untuk membuat produk, tetapi berdasarkan pada biaya yang dapat disisihkan untuk setiap produk atau disebut biaya Kaizen.
- Penentuan biaya Kaizen fokus pada apa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kinerja dalam kondisi pasar yang kompetitif.
Evaluasi Kinerja Operasi LN
- Mengevaluasi kinerja memungkinkan top management untuk:
Mempertimbangkan profitabilitas
Menentukan kinerja area
Alokasi sumberdaya
Evaluasi kinerja manajemen
Memastikan konsistensi perilaku manajemen
- Konsistensi
- Kinerja Unit Vs Manajemen
- Kinerja Kriteria
- Isu Pengukuran dan Perubahan Harga dalam Evaluasi
BAB 9 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
Tujuan Belajar:
1. Memahami kesulitan-kesulitan analisis strategi bisnis internasional dan strategi dasar untuk pengumpulan informasi.
2. Menjelaskan langkah-langkah analisis akuntansi.
3. Memahami pengaruh analisis akuntansi terhadap akuntansi antar negara dan kesulitannya dalam memperoleh informasi yang diperlukan.
4. Mengenali mekanisme untuk mengatasi perbedaan prinsip akuntansi antar negara.
5. Memahami kesulitan dan kelemahan dalam analisis laporan keuangan internasional.
6. Memahami bagaimana menggunakan www untuk memperoleh informasi penelitian perusahaan.
Pembuka
Banyak transaksi bisnis internasional, seperti:
− Merger dan akuisisi semakin banyak terjadi.
− Potensi dan kekuatan investasi asing tinggi.
− Pengurangan hambatan perdagangan,
− Dan sebagainya.
Analisis Laporan Keuangan Internasional
Peluang dan Tantangan Analisis Lintas Batas
• Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi, Sejumlah negara berbeda dalam praktek, kualitas Pengungkapan, sistem hukum/UU, cara, sifat dan resiko usaha.
• Kualitas informasi berhubungan erat dengan kredibilitas perusahaan Sehingga banyak negara berupaya keras memperbaiki ketersediaan dan kualitas informasi mengenai perusahaan publik.
• Globalisasi pasar modal, kemajuan IT dan kompetisi, bursa efek, dan peningkatan kegiatan perdagangan merupakan kekuatan untuk memperbaiki praktek pelaporan keuangan perusahaan.
• Globalisasi mendorong analisis domestik semakin kurang relevan. Ketergantungan satu sama lain semakin tinggi dan tidak ada perusahaan yang bisa menghindar dari peristiwa global.
Kerangka Dasar Analisis Usaha
Palepu et al. (1996) membuat kerangka dasar untuk analisis dan penilaian usaha, yaitu:
• Analisis Strategi Usaha
• Analisis Akuntansi
• Analisis Keuangan
• Analisis Prospektif
Analisis Strategi Usaha
- Ketersediaan Informasi
- Rekomendasi untuk Melakukan Analisis
Analisis Akuntansi
- Tujuan Analisis Akuntansi
- Saran untuk para Analis
Analisis Keuangan Internasional
- Analisis Rasio
- Analisis Arus Kas
- Mekanisme untuk mengatasi
Analisis Prospektif Internasional
Mencakup dua tahap, yaitu:
Peramalan
Penilaian
Isu Lebih Lanjut
- Akses Informasi
- Ketepatan Waktu Informasi
- Pertimbangan Mata Uang Asing
- Perbedaan dalam format Laporan
- Hambatan bahasa
BAB 8 HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Tujuan Belajar:
1. Memahami perbedaan harmonisasi dan standarisasi yang berlaku dalam standar akuntansi.
2. Menjelaskan pro dan kontra harmonisasi standar akuntansi internasional.
Memahami arti rekonsiliasi dan pengakuan bersama (timbal balik) terhadap perbedaan standar akuntansi. Mengidentifikasi organisasi yang mempromosikan hormonisasi dan memiliki peran penting dalam penetapan standar akuntansi internasional.
Mendeskripsikan pendekatan baru Uni Eropa dan mengaitkannya dengan integrasi pasar keuangan Eropa.
Pembuka
- Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan
kompatibel (kesesuaian) praktek akuntansi yang berasal
dari berbagai negara.
- Harmonisasi dan Standarisasi
- Komparabilitas.
- Harmonisasi akuntansi mencakup:
1. Standar akuntansi (pengukuran dan pengungkapan)
2. Pengungkapan oleh perusahaan publik tentang penawaran surat berharga dan pencatatan di bursa efek.
3. Standar audit
Survei Harmonisasi Internasional
1. Keuntungan Harmonisasi Internasional.
2. Kritik atas Standar Internasional.
3. Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama.
4. Penerapan standar Internasional.
Peristiwa Penting Penentuan Standar Akuntansi Internasional
1959 – Jacob Kraayenhoft, pendiri firma akuntan di Eropa mendorong dimulainya pembuatan standar akuntansi internasional.
…………………………
1973 – International Accounting Standard Committee (IASC) didirikan.
2001 – International Accounting Standard Board (IASB) menggantikan IASC.
Dan seterusnya
Organisasi Internasional Pendorong Harmonisasi Akuntansi
1. International Accounting Standard Board (IASB).
2. Komisi Uni Eropa (EU).
3. Organisasi International Komisi Pasar Modal (IOSCO).
4. International Federation of Accountant (IFAC).
5. Kelompok kerja ahli pemerintah PBB dalam ISAR dan UNTACD.
6. Kelompok kerja dalam OECD.
Badan Standar Akuntansi Internasional
Tujuan International Accounting Standard Board – IASB (dahulu IASC):
1. Mengembangkan standar akuntansi global.
2. Mendorong penggunaan dan penerapan standar.
3. Membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan internasional.
Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO
Struktur baru IASB
1. Badan wali.
2. Dewan IASB.
3. Dewan Penasehat Standar.
4. Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)
Badan Standar Akuntansi Internasional (Lanjut)
- Pengakuan dan Dukungan bagi IASB
- Respon Komisi Pasar Modal AS terhadap IFRS
- Perbandingan IFRS dan Prinsip Akuntansi Komperhensif Lain
Uni Eropa (EU)
- Direktif keempat, Ketujuh, dan Kedelapan
- Upaya Harmonisasi EU
- Pendekatan Baru EU dan Integrasi Pasar Uang Eropa
- Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
- Federasi InternaSional Akuntan (IFAC)
- Kelompok Kerja Antar Pemerintah PBB untuk pakar dalam Standar Internasional Akuntansi -dan Pelaporan (ISAR)
- Organisasi untuk kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)
BAB 8 PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA
Tujuan Belajar:
1. Memahami mengapa laporan keuangan memiliki potensi untuk menyesatkan selama periode perubahan harga.
2. Mengetahui istilah-istilah akuntansi inflasi dan memahami pengaruh penyesuaian harga terhadap laporan keuangan.
3. Menentukan perbedaan model akuntansi biaya terkini dan konvensional.
4. Menjelaskan perbedaan akuntansi inflasi di AS, Inggris, dan Brasil.
5. Memahami pelaporan keuangan dalam perekonomian hiperinflasi.
6. Mengetahui apakah dolar konstan atau biaya kini lebih baik untuk mengukur pengaruh inflasi.
7.Definisi penurunan ganda (double dip) dan menjelaskan cara penangannya.
Pembuka
Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional
Para analis keuangan harus memahami cara untuk penentuan dan penyesuaian perubahan harga
Definisi Perubahan Harga
Perubahan harga umum
Inflasi
Deflasi
Perubahan harga spesifik
Perlu memahami istilah akuntansi inflasi
Lap. Keuangan dan Perubahan Harga
Selama periode inflasi, Lap. Keuangan bisa menyesatkan
Nilai aktiva rendah beban rendah laba tinggi
Lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan
Ketidakakuratan ini akan mendistorsi:
1. Proyeksi keuangan
2. Anggaran
3. Kinerja
Jenis Penyesuaian Inflasi
Penyesuaian tingkat harga umum
a. Indeks harga
b. Penggunaan indeks harga
c. Obyek penyesuaian tingkat harga umum
Penyesuaian biaya kini
a. Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
b. Laba adalah resources yg bisa diditribusikan dalam suatu periode
Sudut pandang terhadap Akuntansi Inflasi
Beberapa negara mencoba metode akuntansi inflasi yang berbeda-beda.
AS pada tahun 1979 melalui FSAB mengeluarkan SFAS 33 tentang pelaporan keuangan dan perubahan harga dan SFAS 89 melaporkan pengaruh atas harga yang berubah.
Inggris melalui ASC menerbitkan SSAP 16 untuk metode pelaporan akun-akun yang disesuaikan karena inflasi.
Akuntansi inflasi di Brasil menentukan bahwa penyesuaian inflasi aktiva permanen dan ekuitas disajikan bersih dan terpisah dengan laba kini.
ASC (Accounting Standard Committee), SSAP (Statement of Standard Accounting Practices)
Badan Standar Akuntansi Internasional
International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga, dan Keuntungan/kerugian moneter.
Isu-isu Tentang Inflasi
Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi.
Keuntungan dan kerugian Kepemilikan.
Akuntansi untuk inflasi di luar negeri.
Menghindari kejatuhan ganda.
BAB 8 PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA
Tujuan Belajar:
1. Memahami mengapa laporan keuangan memiliki potensi untuk menyesatkan selama periode perubahan harga.
2. Mengetahui istilah-istilah akuntansi inflasi dan memahami pengaruh penyesuaian harga terhadap laporan keuangan.
3. Menentukan perbedaan model akuntansi biaya terkini dan konvensional.
4. Menjelaskan perbedaan akuntansi inflasi di AS, Inggris, dan
Brasil.
5. Memahami pelaporan keuangan dalam perekonomian
hiperinflasi.
6. Mengetahui apakah dolar konstan atau biaya kini lebih baik
untuk mengukur pengaruh inflasi.
7. Definisi penurunan ganda (double dip) dan menjelaskan cara penangannya.
Pembuka
Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional
Para analis keuangan harus memahami cara untuk penentuan dan penyesuaian perubahan harga
Definisi Perubahan Harga
- Perubahan harga umum
Inflasi
Deflasi
- Perubahan harga spesifik
- Perlu memahami istilah akuntansi inflasi
Lap. Keuangan dan Perubahan Harga
Selama periode inflasi, Lap. Keuangan bisa menyesatkan
Nilai aktiva rendah beban rendah laba tinggi
Lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan
Ketidakakuratan ini akan mendistorsi:
1. Proyeksi keuangan
2. Anggaran
3. Kinerja
Jenis Penyesuaian Inflasi
Penyesuaian tingkat harga umum
a. Indeks harga
b. Penggunaan indeks harga
c. Obyek penyesuaian tingkat harga umum
Penyesuaian biaya kini
a. Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
b. Laba adalah resources yg bisa diditribusikan dalam suatu periode
Sudut pandang terhadap Akuntansi Inflasi
Beberapa negara mencoba metode akuntansi inflasi yang berbeda-beda.
AS pada tahun 1979 melalui FSAB mengeluarkan SFAS 33 tentang pelaporan keuangan dan perubahan harga dan SFAS 89 melaporkan pengaruh atas harga yang berubah.
Inggris melalui ASC menerbitkan SSAP 16 untuk metode pelaporan akun-akun yang disesuaikan karena inflasi.
Akuntansi inflasi di Brasil menentukan bahwa penyesuaian inflasi aktiva permanen dan ekuitas disajikan bersih dan terpisah dengan laba kini.
ASC (Accounting Standard Committee), SSAP (Statement of Standard Accounting Practices)
Badan Standar Akuntansi Internasional
International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga, dan Keuntungan/kerugian moneter.
Isu-isu Tentang Inflasi
Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi.
Keuntungan dan kerugian Kepemilikan.
Akuntansi untuk inflasi di luar negeri.
Menghindari kejatuhan ganda.
BAB 6 PENETAPAN HARGA TRANSFER DAN PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Tujuan Belajar:
Mendefinisikan konsep dasar perpajakan internasional.
Memahami konsep keterkaitan pajak dengan laba dari luar negeri.
Memahami alasan terhadap kredit pajak luar negeri.
Menjadi peka terhadap perencanaan pajak internasional dalam perusahaan multinasionl.
Mengetahui variabel-variabel dalam penentuan harga transfer internasional.
Memahami masalah mendasar dalam metode pengalihan harga.
Pembuka
- Faktor pajak dan mata uang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi, bentuk organisasi, sumber pendanaan, kapan/dimana pengakuan pendapatan/beban, dan harga transfer.
- Kebanyakan perusahaan terbebani dengan masalah aturan perpajakan (disamping COGS, Labour, dan Raw Material). Karena aturan perpajakan masing-masing negara berbeda-beda, perusahaan perlu memiliki sistem perencanaan pajak multinasional dan sistem simulasi berbasis komputer sebagai alat bantu yang esensial bagi manajemen.
- Perusahan harus memahami perbedaan utama sistem perpajakan nasional, upaya nasional membahas masalah pajak berganda, dan peluang arbitrase antara wilayah yurisdiksi nasional bagi perusahaan multinasional.
- Penetapan harga transfer berperan untuk meminimalkan pajak perusahaan nasional, tetapi juga harus mempertimbangkan konteks perencanaan dan kontrol strategis.
Keanekaragaman Sistem Pajak Nasional
Macam-macam pajak
Pajak Langsung
Pajak Tidak Langsung
Pph Badan
Pjk Pungutan
PPN
Pjk Perbatasan
Pajak Transfer
Beban Pajak
Sistem Administrasi Pajak
Sistem Klasik
Sistem Terintegrasi
Insentif Pajak LN
Tax Holiday
Tax havens
Kompetisi Pajak yang Membahayakan
Harmonisasi Internasional
Pamajakan Terhadap Sumber Laba dari LN dan Pajak Berganda
Kredit Pajak LN
Pembatasan Kredit Pajak
Perjanjian Pajak
Pertimbang Mata Uang Asing
Definisi Perencanaan Pajak
Pertimbangan Organisasi
Perusahaan LN yang dikendalikan dan Laba Subbagian F
Induk Perusahaan di LN
Perusahaan Penjualan LN
Keputusan Pendanaan
Penggabungan Kredit Pajak
Alokasi Akuntansi Biaya
Lokasi dan Penentuan Harga Transfer
Penentuan Harga Transfer Internasional Variabel yang Rumit
Faktor Pajak
Faktor Tarif
Faktor Daya Saings
Resiko Lingkungan
Faktor Evaluasi Kinerja
Kontribusi Akuntansi
Metodologi Penentuan Harga Transfer
Harga vs Biaya vs…..?
Prinsip Harga Wajar
Metode Harga Tidak Terkontrol yang Setara
Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara
Metode Harga Jual Kembali
Metode Penentuan Biaya Plus
Metode Laba Sebanding
Metode Pemisahan Laba
Metode Penentuan Harga Lainnya
Perjanjian Penentuan Harga Lajutan
Praktek Harga Transfer
- Setiap perusahaan memang berbeda dari berbagai dimensi. Biasanya setiap perusahaan menjalankan praktek harga transfer sebagai suatu kewajiban.
- Banyak faktor yang mempengaruhi harga transfer. Tetapi harga transfer memiliki 3 (tiga) tujuan utama, yaitu
Mengelola beban pajak (dominan)
Penggunaan operasional transfer pricing (mempertahankan posisi daya saing perusahaan, mempromosikan evaluasi kinerja, memberi motivasi kepada karyawan, mengelola inflasi)
Mengelola resiko nilai tukar asing dan menghilangkan pembatasan atas transfer kas relatif
BAB 6 MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN
Tujuan Belajar:
Mengidentifikasi komponen-komponen utama resiko mata uang asing.
Mengetahui tugas dalam mengelola resiko mata uang asing.
Mendefinisikan dan menghitung resiko translasi.
Mendefinisikan dan menghitung resiko transaksi.
Mengetahui perbedaan resiko akuntansi dan resiko ekonomi.
Mengetahui strategi perlindungan nilai tukar dan perlakukan akuntansi yang diperlukan.
Memahami masalah akuntansi dan pengendalian, terkait dengan manajemen resiko nilai tukar mata uang asing.
Pembuka
- Para eksekutif keuangan menghargai cara baru dan imaginatif untuk meminimalkan eksposur atas volatilitas valas, harga komoditi, tingkat suku bunga, dan harga sekuritas.
- Industri keuangan menawarkan produk lindung nilai keuangan, seperti swap mata uang, swap suku bunga dan opsi.
- Pembuat standar akuntansi membahas prinsip/standar pengukuran dan pelaporan yang tepat untuk produk-produk keuangan. Sehingga perusahaan melakukan pelaporan keuangan secara internasional semakin baik.
- Semua ini untuk mengurangi resiko penggunaan instrumen yang sering tertutup. Oleh karena itu mempelajari istilah manajemen resiko menjadi penting (lihat Tampilan 11-1).
Hal Mendasar Manajemen Resiko
Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.
Untuk itu kita memerlukan pengetahuan tentang:
Resiko pasar
Resiko likuiditas
Diskontinuitas pasar
Resiko kredit
Resiko regulasi
Resiko pajak
Resiko akuntansi
Mengapa Mengelola Resiko Keuangan ?
Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukasi manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar.
Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar & kebangkrutan.
Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada resiko bisnis utama. Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari resiko suku bunga dan mata uang dengan berkonsentrasi pada produksi & pemasaran.
Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.
Kreditur Toleransi resiko lebih rendah dibanding stockholders
Karyawan Melalui dana pensiun dan imbalan lebih baik
Pelanggan Membatasai resiko yang dihadapi konsumen
Peranan Akuntansi
- Identifikasi Resiko Pasar
- Mengkuantifikasi Penyeimbangan
- Manajemen Resiko di Dunia dengan Kurs Mengambang
1. Antisipasi pergerakan kurs
2. Pengukuran resiko kurs valuta asing
3. Perancangan strategi perlindungan
4. Pembuatan sistem pengendalian manajemen resiko internal
- Manajemen Potensi Resiko
1. Potensi resiko translasi
2. Potensi resiko transaksi
3. Potensi resiko akuntansi vs ekonomi
- Strategi Perlindungan
1. Lindung Nilai Neraca
2. Lindung Nilai Operasional
3. Lindung Nilai Kontraktual
Peranan Akuntansi (lanjutan)
Akuntansi untuk Produk Lindung Nilai
1. Kontrak Forward Valas
2. Future Keuangan
3. Opsi Mata Uang
4. Swap Mata Uang
5. Perlakuan Akuntansi
6. Isu Praktek
Lindung Nilai atas Aktiva, Kewajiban yang diakui/Komitmen yang belum diakui
Pakai kasus (hal 253-254)
Lindung Nilai Investasi Bersih Dalam Operasi Luar Negeri (LN)
Pakai kasus (hal 256)
Berspekulasi Dalam Mata Uang Asing
Pakai kasus (hal 257)
BAB 6-7 TRANSLASI MATA UANG ASING
Tujuan Belajar:
Membedakan translasi dan konversi antar mata uang asing.
Memahami istilah-istilah dalam translasi mata uang asing.
Mengetahui perbedaan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.
Menghitung keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.
Memahami pengaruh penggunaan berbagai metode translasi mata uang asing terhadap laporan keuangan.
Melakukan evaluasi dan memilih metode translasi mata uang asing terbaik sesuai kondisi usaha dan pasar uang.
Memahami hubungan antara translasi mata uang asing dengan inflasi.
Alasan-Alasan Melakukan Translasi
Perusahaan dengan operasi di DN/LN , L/K konsolidasi penting agar pengguna memahami secara utuh.
L/K anak perusahaan LN yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya di sebut TRANSLASI.
Translasi menyebabkan kesulitan dalam menentukan keuntungan dan kerugian antar perusahaan (dalam satu korporasi) maupun antar periode. Tantangan inilah yang mempengaruhi evaluasi kinerja mnajemen.
Latar Belakang dan Terminologi
Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.
Pasar uang merupakan tempat jual-beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar.
Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, dan swap.
Mata uang yang diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.
Transaksi pada forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau melibatkan pembelian forward dan penjualan spot atas mata uang secara bersamaan.
Istilah Translasi Mata Uang Asing
Atribut
KonversI
Diskonto
Posisi aktiva bersih beresiko
Mata uang asing
L/K dalam mata uang asing
Transaksi mata uang asing
Translasi mata uang asing
Operasi Luar Negeri
Kontrak pertukaran forward
Mata uang fungsional
Kurs historis
Mata uang lokal
Pos-pos moneter
Mata uang pelaporan
Tanggal penyelesaian
Kurs spot
Tanggal transaksi
Penyesuaian translasi
Unit pengukuran
Permasalahan
Karena volatilitas kurs nilai tukar Eropa, Amerika dan Asia berfluktuasi, translasi menimbulkan keuntungan/kerugian. (Lihat di www.federalreserve.gov/releases/H10/hist/)
Pada 1 Januari 2002, euro secara resmi menjadi mata uang dari 12 negara Eropa. Pada Mei 2004 lebih dari 10 negara-negara Uni Eropa lain menyusul.
Contoh Translasi:
Negara
Kurs
Euro
1.0000
Schiling Austria
13.7603
Lira Italia
1936.2700
100 Schiling Austria berapa Lira?
I. Schiling Austria ke Euro 100/13.7603 =7.267283 Euro
II. Euro ke Lira 7.267283 x 1936.27 = 14071.42 Lira
Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap L/K
Kurs nilai tukar untuk translasi mata uang asing menjadi mata uang domestik terdiri dari:
Kurs Kini
Kurs Historis
Kurs Rata-rata
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.
Transaksi mata uang asing terjadi saat perusahaan membeli/menjual barang (pembayaran dalam mata uang asing atau perusahaan meminjam/meminjamkan mata uang asing), sedang translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor.
Transaksi Mata Uang Asing
- Perspektif Transaksi Tunggal
Penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun transaksi dan penyelesaianya merupakan satu peristiwa tunggal.
- Perspektif Dua Transaksi
Penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang.
Translasi Mata Uang Asing
- Metode Kurs Tunggal
Penerapan satu kurs nilai tukar, yaitu kurs kini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar.
- Metode Kurs Berganda
Menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam proses transaksi. Ada 3 metode, yaitu: Metode kini-nonkini, Metode Moneter-nonmoneter, dan Metode Temporal.
Pengaruh Laporan Keuangan
Keuntungan dan Kerugian Translasi Penangguhan Penangguhan dan Amotisasi
Penangguhan Parsial
Tidak Ditanguhkan
Perkembangan Akuntansi Translasi
Sebelum 1967
Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai Bab 12 ARB No. 43.
1965 - 1975
Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, Hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini.
1975 - 1981
Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.
1981 - Kini
FASB mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.
Isi SFAS No. 52
SFAS No. 52 mengakui sudut pandang induk maupun anak perusahaan sebagai kerangka dasar pelaporan yang sah.
Dalam L/K konsolidasi mata uang primer yang digunakan setiap entitas disebut mata uang fungsional (functional currency). Jadi mata uang fungsional setiap entitas merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana perusahaan beroperasi.
Penentuan mata uang fungsional menentukan pula pilihan metode translasi untuk konsolidasi dan perlakuan keuntungan/kerugin kurs.
Pilihan Metode Translasi
Translasi apabila Mata Uang Lokal Merupakan Mata Uang Fungsional
Translasi apabila Dolar AS Merupakan Mata Uang Fungsional
Translasi apabila Mata Asing Merupakan Mata Uang Fungsional
BAB 5 PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Tujuan Belajar:
Menjelaskan bagaimana praktek pengungkapan akuntansi dipengaruhi oleh perbedaan tata-kelola keuangan perusahaan di suatu negara.
Memahami persoalan-persoalan penting yang mempengaruhi keputusan manajemen untuk membuat pengungkpan keputusan.
Mengidentifikasi tujuan pengungkapan akuntansi dalam pasar ekuitas.
Memahami perbedaan mendasar praktek pengungkapan keuangan perusahaan dalam berbagai aspek.
Perkembangan Pengungkapan
Pengungkapan Sukarela.
Ketentuan Pengungkapan.
3. Debat Pelaporan Keuangan SEC AS.
Praktek Pelaporan dan Pengungkapan
Pengungkapan Informasi yang Melihat Masa Depan.
Pengungkapan Segmen.
Laporan Arus Kas dan Arus Dana.
Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial.
Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna L/K Non-Domestik dan atas Prinsip yang Digunakan.
Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan.
Pengungkapan dan Pelaporan Bisnis Melalui Internet.
Pengungkapan Laporan Tahunan di Negara-Negar Pasar Berkembang
Para investor menuntut informasi yang tepat waktu dan kredibel. Regulator merespons dengan membuat ketentuan pengungkapan lebih ketat melalui upaya pengawasan dan penegakan aturan.
Pengungkapan laporan tahunan perusahaan perusahaan di negara berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel, hingga terjadi krisis ekonomi tahun 1997.
Studi tahun 1990-an tingkat Pengungkapan dan kualitas laporan negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju.
Jumlah Auditor di negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju.
Implikasi Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan dan Para Manajer
Meskipun pengungkapan sangat dipengaruhi biaya, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela tetap semakin meningkat di seluruh dunia
Manajer perusahaan yang tingkat pengungkapannya rendah harus berupaya meningkatkan karena memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan.
Misalnya, pengungkapan segmen dan rekonsiliasi ternyata memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.
BAB 4 KOMPARATIF AKUNTANSI
Pembuka
Bab ini membahas sistem akuntansi di negara Ceko, RRC (Cina), Republik Cina (Taiwan), dan Meksiko.
Perekonomian Republik Ceko dan Cina orientasinya berubah dari terpusat menjadi pasar, tetapi bergerak ke pasar secara utuh sedangkan Cina ekonomi pasar sosialis.
Taiwan dan Meksiko adalah negara kapitalis, tetapi campur tangan pemerintah pusat begitu kuat, terutama pada industri-industri penting.
Alasan pemilihan ke-4 negara
Jumlah penduduk Cina besar dan perusahaan-perusahaan seluruh dunia melakukan bisnis dengan Cina.
Ceko merupakan representasi negara bekas anggota blok Soviet.
Taiwan sering disebut sebagai “macan Asia” dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Meksiko sebagai wakil negara Amerika Latin yang telah mempercepat reformasi pada tahun 1990-an.
Pengamatan terhadap ke-4 negara
Jumlah penduduk Cina 1,29 miliar dengan GDP $1.159 miliar. Ekspor – Impor sangat rendah terhadap GDP, hal ini menunjukan Cina sebagai negara tertutup. Income per Kapita $900.
Taiwan posisinya bertolak belakang dengan Cina. Sektor perdagangan memberi kontribusi signifikan. Income per kapita $12.660.
GDP, jumlah penduduk dan Ekspor Impor Republik Ceko lebih rendah dari pada Meksiko, tetapi Income per Kapita kedua negara hampir setara, yaitu $5.530 dan $6.150.
Sistem Akuntansi Nasional – Republik Ceko
Akuntansi di Ceko telah berubah beberapa kali pada abad ke-20. Akuntansi dianggap tidak terlalu penting, sehingga L/K tidak diaudit secara independen. Perkembangan Akuntansi condong ke dunia barat.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
UU Akuntansi yang diambil dari Direktif UE diamandemen pada 1 Januari 2002 untuk membawa Ceko dekat dengan IAS.
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, dan Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Metode akuisisi digunakan untuk penggabungan usaha. Goodwill yang timbul diamortisasi. Dan seterusnya.
Sistem Akuntansi Nasional – RR Cina
Di RRC negara mengendalikan kepemilikan, sehingga hak menggunakan dan mendistribusikan alat produksi berlaku secara kaku. Perekonomian Cina disebut perekonomian hibrid (campuran), karena orientasi kendali pemerintah dan swasta berjalan bersama.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Tahun 1992 Kementerian keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE).
Pelaporan Keuangan
Lap. Keuangan meliputi Neraca, Lap. LR, Lap. Arus Kas, Catatan atas LK, dan Penjelasan Kondisi Keuangan.
Pengukuran Akuntansi
Metode akuisisi wajib digunakan untuk mencatat merger dan goodwill. Biaya historis merupakan dasar penilaian aktiva berujud, revaluasi tidak dibolehkan.
Sistem Akuntansi Nasional – Taiwan
Taiwan memiliki beberapa industri strategis yang kepemilikannya oleh negara, tetapi sekarang pemerintah perlahan-lahan melakukan privatisasi. Banyak perusahaan dimiliki oleh keluarga pengendali, tetapi kapitalisasi oleh Bursa Efek sangat besar.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum Akuntansi dan Aturan Bisnis mengatur bentuk provisi L/K dan menekankan akuntansi keuangan berbeda dengn akuntansi pajak.
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, Lap. Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Lap. Keuangan konsolidasi diwajibkan jika kepemilikan lebih dari 50%. Pengukuran lain yang diatur adalah metode pembelian, translasi dsb.
Sistem Akuntansi Nasional – Meksiko
Bursa efek Meksiko memang terbesar ke-3 di Amerika Latin, tetapi banyak perusahaan lebih menyukai hutang. Walaupun banyak perusahaan dikontrol oleh keluarga, tetapi Meksiko berkomitmen terhadap IAS/IFRS.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum Komersial dan Pajak di Meksiko secara umum cukup minimal. Standar akuntansi condong ke Inggris Amerika (Anglo-Saxon).
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. L/R, Lap. Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan Posisi Keuangan, dan Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Lap. Keuangan konsolidasi disusun jika kepemilikan lebih dari 50%. Pengukuran lain adalah metode penggabungan, biaya penelitian, dsb.
BAB 3 KOMPARATIF AKUNTANSI
Tujuan Belajar:
Mengidentifikasi istilah standar akuntansi dan penentuan standar.
Memahami kenapa praktek akuntansi berbeda dengan standar yang ditentukan.
Mengetahui sistem akuntansi di negara-negara maju.
Mampu mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sistem akuntansi di negara-negara maju.
Pembuka
Bab ini membahas sistem akuntansi di negara Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris dan AS (pendiri IASC).
Pengetahuan di atas diperlukan untuk menganalisa laporan keuangan yang berasal dari negara-negara tersebut.
IASC (International Accounting Standards Committee), sekarang menjadi IASB (International Accounting Standards Board).
Standar Akuntansi dan Penetapan Standar
Alasan utama perbedaan praktek akuntansi dengan standar.
Hukuman terhadap ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi lemah dan tidak efektif.
Perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak dari yang seharusnya.
Beberapa negara memperbolehan perusahaan mengabaikan standar akuntansi jika operasi dan posisi keuangan tersaji lebih baik.
Beberapa negara, standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan, bukan laporan konsolidasi.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Perancis
Standar akuntansi disebut Kode akuntansi nasional (plan comptable code), yang memuat; tujuan & prinsip, pos perkiraan utama, pengakuan dan penilaian, daftar akun, dan laporan keuangan (L/K).
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Lima organisasi yang menetapkan standar akuntansi (CNC, CRC, AMF, OEC dan CNCC)
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, Catatan Atas L/K, Lap. Direktur, dan Lap. Auditor.
Pengukuran Akuntansi
Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda;
1). Perusahaan sendiri harus mematuhi aturan tetap
2). Kelompok usaha konsolidasi fleksibel.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Jerman
Menggunakan dasar UU Akuntansi Komprehensif 19 Des 1985. Isinya;
Integrasi akuntansi, L/K, pengungkapan dan auditing,
UU ini sama dengan Hukum Komersial Jerman (HGB),
Dasar utama, konsep dan praktek di Eropa.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
German Accounting Standards Committee (GASC) mengeluarkan standar akuntansi. Akuntan publik Jerman disebut Wirtschaftsprϋfer (WP).
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, Catatan Atas L/K, Lap. Manajemen, dan Lap. Auditor.
Pengukuran Akuntansi
HGB mengatur metode akuisisi, revaluasi, dsb. Lap. Konsolidasi bisa menggunakan aturan Jerman, standar internasional atau GAAP.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Jepang
Akuntansi dan L/K Jepang mencerminkan gabungan domestik dan internasional. Perusahaan-perusahaan Jepang kepemilikanya saling bertautan hingga menghasilkan kongklomerasi (keiretsu).
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Standar akuntansi dikembangkan oleh Business Accounting Delibration Council (BADC). Akuntan publik berserikat di Japan Institute CPA (JICPA)
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. L/R, Lap. Usaha, Proposal atas Penentuan Laba Ditahan, dan Skedul Pendukung.
Pengukuran Akuntansi
Metode konsolidasi, ekuitas, persediaan, pengakuan biaya pendapatan dan biaya disusun sesuai Securities and Exchange Laws (SEL).
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Belanda
Aturan akuntansi & L/K Belanda relatif fleksibel, tapi standar praktek tinggi, sehingga akuntan Belanda sangat disegani. Belanda juga pendukung standar akuntansi internasional & pernyataan IASB.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Dewan pelaporan penyusun prinsip akuntansi terdiri; perusahaan, pengguna, dan institut akuntan (NivRA).
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. L/R, Catatan-catatan, Lap. Direksi, dan Informasi lain yang direkomendasikan.
Pengukuran Akuntansi
Metode konsolidasi, ekuitas, persediaan, pengakuan biaya pendapatan dan biaya menggunakan pengukuran yang fleksibel.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Inggris
Inggris adalah negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi. Praktek dan pemikiran akuntan profesional Inggris di ekspor ke Australia, AS dan negara-negara bekas jajahan.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Komite konsultasi Badan Akuntansi terdiri dari ICAEW, ICAI, ICAS, ACCA, CIMA dan CIPFA.
Pelaporan Keuangan
Financial Reporting Council (FRC) mengatur perusahaan melaporkan L/K sesuai Financial Reporting Standars (FRS).
Pengukuran Akuntansi
FRS mengatur tentang akuisisi, kapitalisasi Goodwill, metode ekuitas dan sebagainya.
Sistem Akuntansi Nasional – AS
Akuntansi AS diatur oleh FSAB bersama SEC menetapkan standar. Hingga tahun 2002, AICPA menetapkan standar auditing dan PCAOB mengatur audit dan auditor perusahaan publik.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Perusahaan AS dibentuk dengan dasar hukum negara bagian. Regulasi akuntansi dan Auditing di AS paling padat dan subtansinya sangat detail.
Pelaporan Keuangan
Laporan perusahaan meliputi Lap. Manajemen, Lap. Auditor, Lap. Keuangan, Diskusi Manajemen, Pengungkapan kebijakan Akuntansi, Catatan atas L/K, Perbanding data keuangan, dan Data kuartal.
Pengukuran Akuntansi
Akuntansi AS menggunakan ukuran bussines entity, continuity, matching, consistency, dan disclousure.
BAB 2 PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI
Tujuan Belajar:
1. Mengidentifikasi dan menjelaskan faktor mempengaruhi
perkembangan dunia akuntansi.
2. Mengetahui pendekatan perkembangan akuntansi dalam ekonomi
yang berorientasi pasar.
3. Mengidentifikasi negara yang dominan dalam perkembangan
praktek akuntansi.
4. Memiliki pengetahuan dasar klasifikasi akuntansi dan bisa
membandingkannya.
5. Menjelaskan perbedaan antara penyajian wajar dan kepatuhan
terhadap hukum dan negara mana yang dominan penerapannya.
6. Mengetahui isu penting perbedaan antara penyajian wajar dan
kepatuhan terhadap hukum.
Pembuka
1. Akuntansi selalu bereaksi terhadap perubahan lingkungannya.
2. Klasifikasi diperlukan untuk memahami dan menganalisis mengapa/bagaimana sistem akuntansi nasional mengalami perbedaan/kesamaan.
Perkembangan
Standar dan praktek akuntansi masing-masing negara merupakan hasil interaksi faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya.
Faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan akuntansi antara lain:
1. Sumber Pendanaan
2. Sistem Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat Pendidikan
8. Budaya
Hubungan Budaya dan Akuntansi
- Dimensi Budaya meliputi: a). individualisme, b). jarak kekuasaan, c). penghindaran ketidakpastian, dan d). Maskulinitas (Hofstede, 1980).
- Hubungan budaya dan akuntansi bisa dilihat dari 4 dimensi nilai akuntansi (Gray, 1988):
1. Profesionalisme >< kontrol wajib
2. Keseragaman >< fleksibilitas
3. Konservatisme >< optimism
4. Kerahasiaan >< transparansi
Klasifikasi
Klasifikasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Dengan pertimbangan
b. Secara empiris
Pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi.
a. Pendekatan Makro-ekonomi
b. Pendekatan Mikro-ekonomi
c. Pendekatan independen
b. Pendekatan yang seragam
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum dan Hukum Kode.
Klasifikasi menurut sistem hukum:
1. Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi pada “penyajian wajar”, transparan, full disclousure, dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi pada legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Sistem Praktek: Akuntansi Penyajian Wajar vs Kepatuhan Hukum.
Alasan hilangnya perbedaan tingkat nasional:
1. Banyak perusahaan telah listing di bursa saham di luar negera asal.
2. Tanggung jawab pembentukan standar akuntansi beralih dari pemerintah ke sektor swasta yang profesional dan independen, seperti di Jerman dan Jepang.
3. Pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
BAB 1 : PENDAHULUAN
Tujuan Belajar:
1. Menjelaskan dan memahami bagaimana Akuntansi
Internasional berbeda dengan akuntansi lainnya.
2. Menjelaskan dan memahami bagaimana Akuntansi
Internasional terbagi menjadi tiga bidang yg luas.
3. Mengetahui sejarah dan Akuntansi Internasional dan trend
kebijakan sektor keuangan nasional.
4. Memahami peran akuntansi dalam bidang usaha dan
pasar modal global.
Perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi lain
Akuntansi Internasional
1. Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational company – MNC).
2. Operasi transaksi melintasi batas-batas negara.
3. Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.
Tiga Bidang Cakupan Akuntansi Internasional
Pengukuran.
Pengungkapan.
Auditing.
Sejarah Akuntansi Internasional (1)
1. Italia (abad ke-14 dan 15). Digunakan sistem Double bookeeping Entry.
2. Dari “pembukuan ala Italia”, beralih ke Jerman membantu para pedagang zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik.
3. Filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan.
4. Aparat pemerintah Perancis menemukan keuntungan dan diterapkan dalam sistem perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Sejarah Akuntansi Internasional (2)
1. Sistem Double bookeeping Entry mempengaruhi kepentingan bisnis negara Inggris dan koloninya.
2. Tahun 1850 di Skotlandia terbentuk suatu komunitas profesi akuntan publik.
3. Tahun 1870 di Inggris juga lahir suatu komunitas profesi akuntan publik.
4. Dari Inggris praktek akuntansi menyebar ke seluruh Amerika Utara dan wilayah persemakmuran.
Sejarah Akuntansi Internasional (3)
1. Sistem akuntansi Belanda masuk ke Indonesia.
2. Sistem akuntansi Perancis menemukan tempatnya di Polinesia dan Afrika.
3. Sistem akuntansi Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Rusia.
Sejarah Akuntansi Internasional (4)
1. Abad ke-20 Akuntansi tumbuh di Amerika Serikat dan menjadi suatu disiplin ilmu di Universitas.
2. Setelah PD-II, sistem akuntansi semakin pesat tumbuh di dunia barat, terutama Jerman dan Jepang.
Trend Akuntansi Internasional
1. Akuntansi banyak digunakan diberbagai negara, tetapi masing-masing negara menerapkan dengan standar dan praktek akuntansi yang sesuai dengan hukum nasional.
2. Terakhir, hingga saat ini terus diupayakan untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan, dan Auditing.
Akuntansi Global
Peran Akuntansi dalam Perdagangan dan Arus Modal
1. Mempelajari Akuntansi Internasional merupakan salah satu upaya mengurangi perbedaan cara pandang terhadap akuntansi.
2. Semua negara cenderung mengurangi hambatan perdagangan dan pengendalian modal/investasi.
3. Kemajuan IT menyebabkan perubahan yang radikal dalam sistem ekonomi, produksi dan distribusi.
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional (1)
1. Perdagangan saat ini tidak lagi hanya bersifat bilateral atau regional, tetapi benar-benar sudah bersifat global.
2. Permasalahan akuntansi semakin nyata dalam kegiatan ekspor import, yaitu akuntansi untuk transaksi valuta
3. Saat ini menjadi hal yang lazim perusahaan mendirikan sistem manufaktur dan distribusi di luar negeri (afiliasi) atau usaha patungan (aliansi strategis).
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional (2)
1. MNC (multinaional corporation) mencari lokasi investasi di negara-negara yang sedang berkembang.
2. Sebuah perusahaan MNC dituntut membuat laporan ke seluruh investor (pemilik) domestik maupun internasional.
3. Manajer dan akuntan perusahaan MNC harus mempertimbangkan banyak aspek dalam laporan keuangan konsolidasi, seperti: GAAP, lingkungan sosial ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar, sistem perpajakan, dan sebagainya.
Fenomena Kompetisi Global
1. Kompetisi global mendorong akuntansi internasional berperan penting.
2. Standar baru yang melampaui batas-batas negara menjadi hal yang wajar digunakan.
Langganan:
Komentar (Atom)
