Metrotvnews.com, Jakarta: Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Mochamad Tjiptardjo menyatakan tidak segan-segan akan menindak para pengemplang pajak.
Dia mengibaratkan para pengemplang pajak adalah seekor ayam yang tidak bertelur. Padahal, pihak Ditjen pajak hanya menginginkan pasokan pajak dari perusahaan, yang dia ibaratkan sebagai telurnya.
"Tetapi, kalau sudah waktunya bertelur, tapi tidak bertelur, malah koteknya makin keras. Padahal, sudah diberikan makanan dan vitamin yang bagus, ya terpaksa kita potong," pungkas dia dalam pemaparan dalam talk show Membedah APBN 2010 di Gedung Kemenkeu, Senin (22/2).
Dia menjelaskan, penindakan secara hukum sangat penting dalam mengejar target pendapatan pajak di tahun 2013 sebesar Rp1.000 triliun. "Tapi, ini malah yang paling dibenci," kata dia.
Dalam penegakan hukum, lanjutnya, terdapat beberapa langkah. Antara lain adalah imbauan, konseling, pemeriksaan, penagihan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan.
Penegakan tersebut sangat penting, karena pendapatan pajak di Indonesia masih didominasi oleh Wajib Pajak korporasi, yaitu 85 persen dari korporasi dan 15 persen dari pribadi. Di negara maju, pendapatan pajak sebagian besar dipegang oleh WP orang pribadi. (MI/ICH)
Sumber:Metrotvnews.com,
Pendapat Saya :
Rabu, 03 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Pajak adalah sumber dana pembangunan negara, nah klo kita yg kecil-kecil gak bayar pajak dipaksa- paksa disuruh bayar, meskinya yg besar-2 lebih dari itu, aplgi mrk menguras kekayaan alam negri ini semakin mencederai rasa keadilan masyarakat dan jgn slhkan rakyat klo nnti mrk marah. Tolooooong dooooong para pengemplang pajak bayar pajaknya klo kalian masih ingin disebut manusia,